Wednesday, 8 April 2015

CARA PENGGUNAAN SOFTWARE OLAH DATA SKRIPSI

Bagi rekan-rekan yang saat ini sedang menyusun skripsi atau tesis, olah data menggunakan software sudah sangat sering digunakan. Bahkan, mata kuliah untuk mempelajari software ini juga tersedia. Jumlah SKS nya tentunya berbeda-beda sesuai dengan jurusan mahasiswa yang sedang ditempuh. Sekarang menjadi pertanyaan adalah software apa saja yang dapat digunakan oleh para mahasiswa untuk mengolah data skripsi atau tesisnya. Inilah yang hendak saya bahas dalam artikel saya kali ini. 

Software yang sudah lazim digunakan adalah SPSS. Software SPSS ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat signifikansi dari sebuah uji regresi baik sederhana maupun berganda. Kami yakin rekan-rekan pernah menggunakannya. Penggunaan SPSS untuk olah data skripsi atau tesis tergolong mudah. Bahkan ada yang mengatakan software SPSS ini sangat membantu mereka yang tidak terlalu paham akan olah data statistik.





Menu-menu yang terdapat dalam software SPSS ini cukup sederhana dan cepat untuk dimengerti. SPSS memang diciptakan untuk membantu para peneliti untuk menguji kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kebanyakan mahasiswa lebih banyak mengetahui penggunaan spss daripada software lainnya. Inilah yang menjadi keunggulan dari SPSS ini

SPSS ini dapat membantu rekan-rekan mahasiswa untuk menguji validitas dan reliabilitas setiap item kuesioner yang dipakai. Uji validitas bertujuan untuk menguji keabsahan dari suatu item kuesioner. Sedangkan, uji reliabilitas bertujuan untuk menguji apakah item pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Mahasiswa juga dapat menggunakan software ini untuk menganalisa perilaku sosial dan kinerja keuangan dari sebuah perusahaan ataupun lembaga keuangan lainnya. SPSS adalah software yang sangat mudah digunakan. Rekan-rekan mahasiswa dapat mengklik menu-menu yang terdapat dalam SPSS ini sesuai dengan tujuan analisa yang dibutuhkan.

SPPS dapat membantu rekan-rekan mahasiswa untuk menguji regresi sederhana dan berganda tergantung jumlah variabel yang digunakan. Apabila rekan-rekan mahasiswa hanya menggunakan satu variabel dependen dan satu variabel independen, mahasiswa tersebut menggunakan analisis regresi sederhana. Apabila rekan-rekan mahasiswa hendak menguji pengaruh dua variabel bebas atau lebih, mahasiswa tersebut harus menggunakan analisis regresi berganda karena variabel bebas yang hendak diuji lebih dari satu.

Rekan-rekan mahasiswa juga dapat menggunakan SPSS untuk menganalisa uji beda. Uji beda ini adalah uji untuk mengukur bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebelum dan sesudah ada faktor pengurangan dan penambahan variabel. Uji beda ini sangat sederhana dan cepat untuk dimengerti karena sangat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan olah data para mahasiswa.

Kemampuan olah data statistik sangat diharapkan oleh universitas pada para mahasiswanya. Hal ini bertujuan agar daya analisa para mahasiswa kelak di dunia kerja semakin meningkat. Dunia kerja sangat membutuhkan daya analisa dari para karyawannya. Inilah yang menjadi peran penting software olah data skripsi dan tesis tersebut. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Saya yakin anda cepat mengerti cara penggunaan olah data skripsi dan tesis. Saya mendoakan agar skripsi dan tesis rekan-rekan mahasiswa sekalian cepat selesai. Atas kunjungannya di blog ini, kami ucapkan terima kasih.

CARA MEMBUAT TESIS

Saya akan mencoba membagi pengalaman saya dalam penyusunan tesis. Dulu, pada zaman saya kuliah pasca sarjana, saya merasakan kebingungan mencari topik tesis saya. Kebetulan saya mengambil jurusan keuangan. Saya mencari topik tesis dari artikel-artikel yang ada di majalah-majalah nasional maupun internasional. Topik yang disajikan dalam artikel-artikel tersebut menarik bagi saya semuanya. Inilah yang membuat saya menjadi bingung pertama kali. Oleh karena itu, saya mencoba berdiskusi pada dosen pembimbing saya artikel mana yang cocok sesuai dengan jurusan dan kemampuan saya. Ini dia yang perlu digarisbawahi artikel mana yang cocok untuk jurusan saya dan sesuai dengan kemampuan saya.

Mengapa saya harus menggarisbawahi kedua hal tersebut? Karena saya sungguh menyadari kekuatan dan kelemahan saya sendiri. Di mana kekuatan saya, di situlah saya mencoba untuk berkembang. Pada akhirnya, dosen pembimbing menunjuk satu artikel yang harus saya garap. Ternyata artikel yang ditunjuk lumayan berat juga. Karena mau tidak mau data yang harus saya siapkan itu banyak. Akhirnya, saya datang ke Bank Indonesia untuk minta data dan bimbingan. Wah, ternyata saya mendapat banyak pengalaman di sana.




Ketika artikel sudah dapat, bimbingan sudah diperoleh, saya masih tetap bingung harus menulis mulai dari mana. Memang, saya sekarang sadar bagaimana kondisi emosional mahasiswa yang sedang menyusun tesis. Saya mulai dari kalimat-kalimat pendek dan akhirnya saya dapat menyelesaikan satu halaman. Itu sudah luar biasa menurut saya. Untunglah saya mempunyai hobby menulis sedikit. Ini cukup membantu saya untuk membuat tulisan yang runtut atau bersambung. 

Saya yakin rekan-rekan mahasiswa juga pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Untuk itulah saya mau membagi pengalaman saya mengenai penulisan tesis. Dan sengaja, blog ini bertujuan untuk membantu anda sekalian yang butuh wawasan mengenai topik-topik tertentu dalam tesis anda. Oleh karena itu, saran saya adalah jangan takut untuk berdiskusi dengan dosen pembimbing karena mereka punya pengalaman yang sama dan punya pengetahuan yang lebih dari anda sekalian. Dosen pembimbing juga ingin tahu seberapa besar usaha anda untuk menyelesaikan topik skripsi anda sendiri.

Dosen pembimbing sangat mengenal kemampuan saudara dari pengalaman dia mengajar di ruangan kuliah. Makanya, kadang-kadang dia meminta anda untuk memberikan nilai yang lebih pada skripsi anda. Apabila anda tidak memberikan nilai lebih, dosen pembimbing anda akan meminta untuk merevisi dan menambah poin-poin penting yang belum ada dalam skripsi anda.

Bagaimana menurut Anda pengalaman saya ini? Menarik bukan? Justru itulah saya mau berbagi pengalaman bagi anda sekalian. Kalau mau berbagi pengalaman dengan saya, silahkan. Saya siap membantu Anda. Semoga apa yang saya bagikan pada anda dalam blog ini dapat membantu Anda untuk segera menyelesaikan tesis anda yang saat ini sedang digarap. Sukses buat Anda sekalian.

Monday, 6 April 2015

CARA UJI ASUMSI KLASIK VARIABEL

Apa itu variabel penelitian? Pertanyaan ini sering kita dengan apalagi membahas masalah statistik. Variabel penelitian merupakan suatu atribut atau sifat nilai dari orang atau kegiatan yang mempunyai varian tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012). Menurut Sekaran dan Bougie (2009), variabel adalah apa pun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Variabel di dalam penelitian merupakan suatu atribut dari sekelompok obyek yang diteliti dan mempunyai variasi antara satu dan lainnya dalam kelompok tersebut.
Dalam sebuah penelitian pada umumnya terdapat dua variabel yang digunakan. Variabel-variabel yang digunakan adalah variabel dependen dan variabel independen. Variabel independen (Independent Variable) yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat atau dependen. Variabel dependen (Dependent Variable) disebut juga variabel terikat atau variabel kriteria. Variabel ini merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Variabel terikat dipengaruhi oleh variabel bebas, melalui analisis terhadap variabel terikat, sangat memungkinkan untuk menemukan jawaban atau solusi dari masalah yang ada.




Uji Heteroskedastisitas, Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengam, atau yang lain. Bila signifikansi hasil korelasi lebih kecil dari 0.05 (5%), maka persamaan regresi tersebut terjadi Heteroskedastisitas, dan begitu pula sebaliknya bila hasil korelasi lebih besar dari 0,05 (5%) berarti terjadi non heteroskedastisitas. Uji Multikolineritas, Pengujian Multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen.

Uji Autokorelasi, Bentuk pengujian Autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesal;ahan pada periode t-1. Langkahlangkah yang dapat dilakukan dalam pengujuan Autokorelasi adalah dengan membandingkan DW (Durbin-Watson) dengan Tabel DW1,65 < DW Diambil kesimpulan.
Uji Normalitas, Uji Normalitas dipergunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel sisaan atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian ini diperlukan untuk melakukan uji t dan uji F. Salah satu cara untuk menguji kenormalan adalah uji Chi Square, untuk menentukan apakah sebaran data normal atau tidak. Untuk melakukan pengujian regresi linier berganda yang memiliki pengaruh langsung, maka digunakan Uji F dan Uji t (individual test). Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Apabila F hitung > F tabel berarti H0 di tolak dan Ha di terima. Artinya bahwa semua Variabel bebas yang di teliti secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian.
Uji t ( Uji Parsial ) dilakukan untuk menguji signifikansi pengaruh statistik masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika t tingkat signifikansi 5%, maka variabel bebas tersebut, secara parsial mempunyai pengaruh nyata (signifikan) terhadap variabel terikat (Benggawan, 2004).

KESIMPULAN SKRIPSI TESIS DISERTASI

Banyak orang bertanya kepada saya apa perbedaan skripsi tesis dan disertasi. Saya menjawab bahwa ketiga karya tulis adalah sama dalam konteks sebagai syarat pencapaian gelar Skripsi harus ditulis oleh mahasiswa agar dapat meraih gelar sarjana. Tesis harus ditulis mahasiswa agar dapat meraih gelar magister atau master. Disertasi harus dibuat oleh mahasiswa agar dapat meraih gelar doktor. Jadi dalam konteks pencapaian gelar, ketiga karya tulis di atas adalah sama.

Pada bagian ini saya akan memaparkan bagian hasil penelitian ketiga topik di atas. Hasil penelitian yang dipaparkan dalam kesimpulan skripsi harus didukung oleh data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Dalam tesis dan disertasi, hasil penelitian yang dikemukakan, selain didukung oleh data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan, juga harus dibandingkan dengan hasil penelitian lain yang sejenis. Oleh karena itu dalam tesis dan disertasi perlu ada bab tersendiri yang menyajikan pembahasan hasil penelitian. Bab yang berisi pembahasan hasil penelitian diletakkan sesudah bab yang berisi sajian hasil analisis data, sebelum bab yang berisi kesimpulan dan saran. Pengajuan saran pada bagian akhir skripsi tidak harus dilengkapi dengan argumentasi yang didukung oleh hasil penelitian, sedangkan saran-saran yang dikemukakan dalam tesis dan disertasi harus dilengkapi dengan argumentasi yang didukung oleh hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian skripsi yang ditulis dalam bentuk artikel hendaknya diarahkan untuk dapat diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang bermutu, sedangkan hasil penelitian tesis dan disertasi harus memenuhi kualifikasi layak terbit dalam jurnal ilmiah yang bermutu.



Selain didasarkan pada keempat aspek tersebut, skripsi, tesis, dan disertasi juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat kemandirian mahasiswa dalam proses pelaksanaan penelitian dan penulisan naskah karya ilmiah. Secara umum dapat dinyatakan bahwa proses penelitian dan penulisan disertasi lebih mandiri daripada tesis, dan proses penelitian dan penulisan tesis lebih mandiri daripada skripsi. Secara kuantitatif dapat diilustrasikan sebagai berikut. Untuk disertasi kira-kira 90% dari naskah tersebut adalah karya asli mahasiswa penulisnya, sedangkan sisanya (10%) merupakan cerminan dari bantuan, bimbingan, serta arahan para dosen pembimbing. Untuk tesis, persentase karya asli mahasiswa bisa lebih kecil daripada disertasi; dan untuk skripsi, persentase karya asli mahasiswa bisa lebih kecil daripada tesis. Inilah kekhasan disertasi dan tesis dibandingkan dengan skripsi.

Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Artikel ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa, dosen, pustakawan, peneliti, dan penulis lainnya dapat diangkat dari hasil penelitian lapangan, hasil pemikiran dan kajian pustaka, atau hasil pengembangan proyek. Dari segi sistematika penulisan dan isinya, artikel dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu artikel hasil penelitian dan artikel non-penelitian.

Setiap mahasiswa penulis skripsi, tesis, dan disertasi sangat dianjurkan menuliskan kembali karyanya dalam bentuk artikel untuk diterbitkan dalam jurnal. Hal ini bertujuan agar dapat dipublikasikan dalam sebuah majalah universitas. Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif. Makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah.  Laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitian.

Demikian informasi ini dapat saya berikan kepada para pembaca. Semoga bermanfaat bagi anda sekalian. Terima kasih atas kunjungannya di blog ini.

SKRIPSI TESIS DISERTASI

Saya akan membahas perbedaan skripsi, tesis dan disertasi. Perbedaan ketiga hal di atas mengacu pada aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Dari aspek kuantitatif dan pembahasannya, disertasi lebih berat bobot akademisnya daripada tesis dan skripsi. Tesis lebih berat bobot akademisnya daripada skripsi. Ketentuan ini tentunya hanya berlaku bagi hasil penelitian yang sama. Contohnya adalah skripsi, tesis, dan disertasi bersama-sama membahas ilmu ekonomi. Disertasi mencakup bahasan yang lebih luas daripada tesis, dan tesis mencakup bahasan yang lebih luas atau lebih dalam daripada skripsi. Namun ukuran kuantitas ini tidak dapat diberlakukan jika skripsi, tesis, dan disertasi dibanding-bandingkan antar bidang studi atau antarjenis penelitian. Oleh karena itu perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi biasanya tidak hanya dilihat dari aspek kuantitatif, tetapi lebih banyak dilihat dari aspek kualitatif.




Pada dasarnya, aspek-aspek kualitatif yang membedakan skripsi, tesis, dan disertasi dapat dikemukakan secara konseptual, namun sulit untuk dikemukakan secara operasional. Berikut dikemukakan aspek-aspek yang dapat membedakan skripsi, tesis, dan disertasi, terutama yang merupakan hasil penelitian kuantitatif.

Aspek Permasalahan disertasi mengarahkan permasalahan yang dibahas dalam disertasinya agar temuannya dapat memberikan sumbangan "asli" bagi ilmu pengetahuan. Tesis diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan. Sumbangan yang berharga bagi ilmu pengetahuan tidak dituntut dari penulis skripsi. Pencarian masalah untuk skripsi dapat didasarkan atas informasi dari koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar atau keadaan lapangan. Akan tetapi, identifikasi masalah untuk tesis dan disertasi perlu didasarkan pada teori-teori yang berasal dari sejumlah hipotesis yang telah teruji. Masalah yang dikaji dalam skripsi cenderung bersifat aplikatif sedangkan tesis dan disertasi harus cenderung ke arah pengembangan ilmu.

Aspek kajian pustaka diharapkan dapat menjelaskan keterkaitan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian-penelitian lain dengan topik yang sama. Penulis tesis tidak hanya diharapkan mengemukakan keterkaitannya saja tetapi juga harus menyebutkan persamaan dan perbedaannya. Pustaka yang dijadikan sumber acuan dalam kajian pustaka pada skripsi seharusnya menggunakan sumber primer dan dapat juga menggunakan sumber sekunder, namun pustaka yang menjadi bahan acuan dalam tesis diharapkan berasal dari sumber-sumber primer (hasil-hasil penelitian dalam laporan penelitian, seminar hasil penelitian, dan jurnal-jurnal penelitian). Untuk disertasi, penggunaan sumber primer merupakan keharusan.
Aspek Metodologi Penelitian menyebutkan apakah sudah ada upaya untuk memperoleh data penelitian secara akurat dengan menggunakan instrumen pengumpul data yang valid. Penyebutan adanya upaya saja tidak cukup. Dia harus menyertakan bukti-bukti yang dapat dijadikan pegangan bahwa instrumen pengumpul data yang digunakan cukup valid. Oleh karena itu, disertasi dan tesis membutuhkan instrumen pengumpul data. Untuk tesis, penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dalam pengumpulan data tidak harus dikemukakan, sedangkan dalam tesis dan terlebih lagi dalam disertasi penyimpangan yang mungkin terjadi dalam pengumpulan data harus dikemukakan, beserta alasan-alasannya, sejauh mana penyimpangan tersebut, dan sejauh mana penyimpangan tersebut masih dapat ditoleransi.
Asumsi-asumsi yang dikemukakan dalam skripsi tidak harus diverifikasi dan tidak harus disebutkan keterbatasan keberlakuannya. Asumsi-asumsi yang dikemukakan dalam tesis, terlebih lagi dalam disertasi, harus diusahakan verifikasinya dan juga harus dikemukakan keterbatasan keberlakuannya. Dalam penelitian kuantitatif, skripsi dapat mencakup satu variabel saja, tesis dua variabel atau lebih, sedangkan disertasi harus mencakup lebih dari dua variabel. Namun kriteria ini harus disesuaikan dengan permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian kualitatif, skripsi dapat ditulis berdasarkan studi kasus tunggal dan dalam satu lokasi saja, sedangkan tesis dan terutama disertasi seyogyanya didasarkan pada studi multikasus dan multisitus.

Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai perbedaan skripsi, tesis dan disertasi. Semoga bermanfaat bagi anda sekalian yang sedang menyusun skripsi, tesis dan disertasi.