Saya akan membahas perbedaan skripsi, tesis dan disertasi. Perbedaan ketiga hal di atas mengacu pada aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Dari aspek kuantitatif dan pembahasannya, disertasi lebih berat bobot akademisnya daripada tesis dan skripsi. Tesis lebih berat bobot akademisnya daripada skripsi. Ketentuan ini tentunya hanya berlaku bagi hasil penelitian yang sama. Contohnya adalah skripsi, tesis, dan disertasi bersama-sama membahas ilmu ekonomi. Disertasi mencakup bahasan yang lebih luas daripada
tesis, dan tesis mencakup bahasan yang lebih luas atau lebih dalam daripada
skripsi. Namun ukuran kuantitas ini tidak dapat diberlakukan jika skripsi,
tesis, dan disertasi dibanding-bandingkan antar bidang studi atau antarjenis
penelitian. Oleh karena itu perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi biasanya
tidak hanya dilihat dari aspek kuantitatif, tetapi lebih banyak dilihat dari
aspek kualitatif.
Pada dasarnya, aspek-aspek kualitatif yang
membedakan skripsi, tesis, dan disertasi dapat dikemukakan secara konseptual,
namun sulit untuk dikemukakan secara operasional. Berikut dikemukakan
aspek-aspek yang dapat membedakan skripsi, tesis, dan disertasi, terutama yang
merupakan hasil penelitian kuantitatif.
Aspek Permasalahan disertasi mengarahkan permasalahan yang dibahas dalam disertasinya agar temuannya dapat memberikan sumbangan "asli" bagi ilmu pengetahuan. Tesis diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan. Sumbangan yang berharga bagi ilmu pengetahuan tidak dituntut dari penulis skripsi. Pencarian masalah untuk skripsi dapat didasarkan atas informasi dari koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar atau keadaan lapangan. Akan tetapi, identifikasi masalah untuk tesis dan disertasi perlu didasarkan pada teori-teori yang berasal dari sejumlah hipotesis yang telah teruji. Masalah yang dikaji dalam skripsi cenderung bersifat aplikatif sedangkan tesis dan disertasi harus cenderung ke arah pengembangan ilmu.
Aspek kajian pustaka diharapkan dapat menjelaskan keterkaitan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian-penelitian lain dengan topik yang sama. Penulis tesis tidak hanya diharapkan mengemukakan keterkaitannya saja tetapi juga harus menyebutkan persamaan dan perbedaannya. Pustaka yang dijadikan sumber acuan dalam kajian
pustaka pada skripsi seharusnya menggunakan sumber primer dan dapat juga
menggunakan sumber sekunder, namun pustaka yang menjadi bahan acuan dalam tesis
diharapkan berasal dari sumber-sumber primer (hasil-hasil penelitian dalam
laporan penelitian, seminar hasil penelitian, dan jurnal-jurnal penelitian).
Untuk disertasi, penggunaan sumber primer merupakan keharusan.
Aspek Metodologi Penelitian menyebutkan apakah
sudah ada upaya untuk memperoleh data penelitian secara akurat dengan
menggunakan instrumen pengumpul data yang valid. Penyebutan adanya upaya saja tidak cukup. Dia harus menyertakan bukti-bukti yang dapat dijadikan pegangan bahwa instrumen pengumpul data yang digunakan cukup valid. Oleh karena itu, disertasi dan tesis membutuhkan instrumen pengumpul data. Untuk tesis, penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dalam
pengumpulan data tidak harus dikemukakan, sedangkan dalam tesis dan terlebih
lagi dalam disertasi penyimpangan yang mungkin terjadi dalam pengumpulan data
harus dikemukakan, beserta alasan-alasannya, sejauh mana penyimpangan tersebut,
dan sejauh mana penyimpangan tersebut masih dapat ditoleransi.
Asumsi-asumsi yang dikemukakan dalam skripsi tidak
harus diverifikasi dan tidak harus disebutkan keterbatasan keberlakuannya. Asumsi-asumsi yang dikemukakan dalam tesis, terlebih lagi dalam
disertasi, harus diusahakan verifikasinya dan juga harus dikemukakan
keterbatasan keberlakuannya. Dalam penelitian kuantitatif, skripsi dapat
mencakup satu variabel saja, tesis dua variabel atau lebih, sedangkan disertasi
harus mencakup lebih dari dua variabel. Namun kriteria ini harus disesuaikan
dengan permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian kualitatif, skripsi dapat
ditulis berdasarkan studi kasus tunggal dan dalam satu lokasi saja, sedangkan
tesis dan terutama disertasi seyogyanya didasarkan pada studi multikasus dan multisitus.
Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai perbedaan skripsi, tesis dan disertasi. Semoga bermanfaat bagi anda sekalian yang sedang menyusun skripsi, tesis dan disertasi.
No comments:
Post a Comment