Saya akan mencoba mahasiswa akuntansi untuk membuat sebuah proposal skripsi. Proposal akuntansi sebenarnya memiliki banyak topik karena sangat kena dengan perusahaan. Setiap perusahaan membutuhkan akuntansi. Salah satu topik proposal skripsi adalah partisipasi anggaran. Partisipasi anggaran telah menjadi salah satu bidang penelitian yang paling komprehensif dalam penelitian mengenai perilaku dalam akuntansi manajemen. Pentingnya partisipasi anggaran oleh bawahan dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja telah diuji secara luas dalam literatur akuntansi perilaku (misalnya Brownell 1981, 1982; Brownell and McInnes (1986; Chenhall and Brownell 1988; Mia 1988, 1989; Kren 1992; Magner et al., 1996; Nouri and Parker 1998). Para peneliti menyatakan bahwa partisipasi dalam proses anggaran berperan sebagai fungsi untuk membujuk dan mengarahkan para bawahan untuk menerima dan berkomitmen terhadap tujuan anggarannya (Argyris 1952; Becker dan Green 1962; Hofstede 1968; Searfoss dan Monczka1973; Kenis 1979; Merchant 1981). Lebih lanjut, diargumentasikan bahwa partisipasi anggaran juga berperan sebagai fungsi informasional yang dapat dikumpulkan, ditukarkan, dan informasi yang relevan dengan kerja yang dapat disebarkan oleh para bawahan untuk memfasilitasi proses pembuatan keputusan dan untuk mengkomunikasikan informasi pribadinya kepada para pembuat keputusan organisasional (Earley dan Kanfer 1985; Campbell dan Gingrich 1986; Murray 1990; Kren 1992; Shields dan Young 1993; Magner et al. 1996; Nouri dan Parker 1998). Pola hubungan partisipasi anggaran dan kinerja manajerial telah menjadi salah satu bidang yang paling komprehensif, namun demikian hanya ada beberapa variabel-variabel yang terkait yang telah diselidiki seperti yang dilakukan oleh Hoopwood (1972), di mana dia mengidentifikasi bahwa ada 3 macam gaya yang berbeda dari anggaran dan informasi biaya aktual yang digunakan oleh manajer untuk mengevaluasi kinerja. Tetapi Otley (1978) memiliki hasil yang berbeda dalam penelitiannya. Perbedaan dalam kedua studi ini telah mendorong penelitian-penelitian untuk menguji keanekaragaman variabel-variabel (Briers dan Hirst, 1990).
Kesimpulan dan hasil penelitian terdahulu tentang hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial sangat bervariasi. Beberapa studi memberikan hubungan yang positif dan signifikan antara partisipasi anggaran dan kinerja (Brownell, 1981, 1982; Schuler & Kim, 1979; Bass & Leavitt, 1963; Becker & Green, 1962), sedangkan beberapa penelitian lain mempeoleh bukti tidaka ada perbedaan dalam kinerja antara anggaran partisipatif dan anggaran non-partisipatif (Kenis, 1979; Ivancevich, 1976; Steers, 1979; Milani, 1975; Foran & Decoster, 1974). Selain itu, beberapa studi juga melaporkan hubungan yang negatif antara partisipasi dan kinerja, menyarankan bahwa penetapan tujuan otoriter mungkin mengarah kepada kinerja atasan yang dihubungkan dengan penetapan tujuan anggaran (sebagai contoh, Blumenfield & Leidly, 1969; Bryan dan Locke, 1967; Stedry, 1960; Morse dan Reimer, 1956) dalam Agbejule dan Saarikoski (2006).
Pertanyaan yang muncul bagaimana menyatukan hasil yang bertentangan tersebut di atas. Satu cara untuk melakukan ini ialah dengan menggunakan pendekatan teori kontijensi. Govindarajan (1986), sebagai contoh, menggunakan ketidakpastian lingkungan sebagai variabel kontijen dalam mengevaluasi hubungan antara kinerja dan partisipasi anggaran. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa partisipasi yang tinggi meningkatkan kinerja dalam lingkungan dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi, tetapi menghambat kinerja dalam situasi dengan tingkat ketidakpastian yang rendah. Brownell (1981) menemukan bahwa partispasi yang tinggi oleh pekerja dengan locus of control internal mengakibatkan kinerja yang meningkat, sedangkan partisipasi oleh pegawai locus of control external menghambat kinerja. Sama halnya, Hofstede (1967) dalam Agbejule dan Saarikoski (2006), menemukan bahwa partisipasi yang meningkat dari karyawan membutuhkan tingkat kebebasan yang tinggi yang dikaitkan dengan kinerja yang meningkat, tetapi hubungan demikian tidak mungkin dicapai dalam kasus dimana pegawai yang memiliki kebutuhan akan tingkat kebebasan yang rendah (Vroom, 1959).
Peran dari partisipasi anggaran dalam meningkatkan kinerja manajerial telah dibahas secara ekstensif dalam literatur akuntansi (contohnya Brownell, 1981, 1982; Chenhall dan Brownell, 1988; Mia, 1988; Nouri dan Praker, 1998). Peneliti-peneliti ini berpendapat bahwa partisipasi meningkatan keefisienan produktif melalui dua mekanisme utama: motivasional dan informasional (contohnya Locke dan Schweiger, 1979; Erez dan Arad, 1986; Erez, 1993; Latham et al, 1994; Sagie dan Koslowsky, 2000). Penelitian empiris terhadap peran informasional dari partisipasi anggaran secara umum menghasilkan hasil yang konsisten (Chenhall dan Brownell, 1988; Kren, 1992; Magner, et al, 1996; Mia, 1988). Namun demikian, studi mengenai peran motivasional dari partisipasi anggaran terhadap kinerja menunjukkan hasil yang inkonsisten (Brownell dan McInnes, 1986; Murray, 1990). Sebagai contoh, Brownell dan McInnes (1986) menemukan bahwa motivasi secara positif dikaitkan dengan kinerja; partisipasi anggaran tidak dikaitkan dengan motivasi, dan partisipasi anggaran secara positif dan langsung dikaitkan dengan kinerja. Studi dari Brownell dan McInnes (1986) bermasalah dengan studi sebelumnya (Kenis, 1979; Merchant, 1981) yang menemukan hubungan positif antara motivasi dan pastisipasi anggaran.
Ketidakkonsistenan ini merujuk pada penelitian berikutnya yang menggunakan variabel kontijensi yang berbeda seperti tempat kendali (Brownell, 1981, 1982b; Frucot dan Shearon, 1991); gaya kepemimpinan (Brownell, 1983); ketidakpastian lingkungan (Brownell, 1985; Govindarajan, 1986); perilaku manajerial dan motivasi (Mia, 1988); tingkat kesulitan pekerjaan (Mia, 1989); jenis dari kondisi informasi (Chalos dan Haka, 1989); perjanjian kriteria evaluasi kinerja (Dunk, 1990); tanggapan sosial yang diharapkan (Nouri et al.,1995); desentralisasi (Gul et al., 1995); peran stres (Chong dan Bateman, 2000); umpan balik (Chong dan Chong, 2002) dan kepercayaan dan keadilan prosedural terhadap ukuran kinerja akuntansi (Lau dan Lim, 2002).
Proposal akuntansi good
ReplyDelete