Saya akan memaparkan teori mengenai manajer atas dan etika organisasi. Kedua hal ini sangat berkaitan menurut saya karena dalam berbagai aspek juga termasuk praktek di lapangan.
1. Etika dan Undang-Undang (UU)
Jawaban pertama untuk pertanyaan tersebut adalah masyarakat sebagai keseluruhannya, mengunakan politik dan proses yang legal bisa melobi dan melalui undang-undang yang spesifik. Contohnya, banyak macam- macam undang-undang, seperti undang-undang yang menentang penggabungan industri- industri, dan UU tenaga kerja, yang ada dalam dunia bisnis. Undang- undang juga membuat spesifikasi hukuman untuk pelanggar UU. Grup yang berbeda dalam masyarakat melobi undang- undang agar tebebas dari hukuman tergantung dari kepercayaan untuk apa yang benar dan yang salah. Jika kamu tidak menyesuaikan diri dengan undang- undang, kamu bisa dituntut dan jika ditemukan kesalahan kamu bisa dihukum.
2. Etika dan Organisasi Pemegang Saham
Seperti yang tertulis sebelumnya,etika adalah prinsip atau kepercayaan tentang apa yang benar dan yang salah. Kepercayaan ini membantu individu untuk bertransaksi dengan individu yang lain dan juga grup (pemegang saham) dan menyediakan dasar untuk memutuskan apakah fakta-fakta keputusan atau tingkah laku yang benar dan tepat. Etika membantu orang untuk memutuskan respon yang benar untuk tindakan yang tidak jelas. Etika juga membantu manajer memutuskan yang terbaik dalam organisasi pemegang saham.
Dalam menuntun bisnis perusahaan, keduanya berhadapan dengan pemegang saham luar dan juga dalam, manajer secara konstan membuat pilihan tentang mana yang benar atau tepat untuk bertransaksi dengan pemegang saham. Sebagai contohnya, sebuah perusahaan apakah memberi kesadaran kepada pegawai atau manajer tentang masalah yang dihadapi perusahaan, atau menyogok pemerintah yang korupsi merupakan hal yang diterima dalam dunia bisnis.
Sumber dari Etika Organisasi
Untuk dapat mengerti nilai−nilai etis dari suatu organisasi, alangkah baiknya jika membahas tentang sumber etika itu sendiri. Tiga prinsip sumber nilai etika yang mempengaruhi etika organisasi adalah (1) etika masyarakat, (2) etika kelompok atau profesional, dan (3) etika individu.
1. Etika Masyarakat
Salah satu faktor penting yang menentukan etika organisasi adalah etika masyarakat. Etika masyarakat ditetapkan pada sebuah sistem legal masyarakat, pada adat dan kebiasaan, pada norma−norma yang tidak tertulis, dan nilai−nilai yang orang gunakan dalam berinteraksi dengan sesama. Banyak nilai−nilai dan norma−norma yang diikuti secara otomatis oleh orang−orang dalam suatu lingkup masyarakat karena mereka telah menerapkan nilai−nilai tersebut dan membuatnya menjadi bagian dari mereka. Penerapan norma−norma dan nilai−nilai ini memperkuat apa yang sudah menjadi adat dan kebiasaan dalam masyarakat.
Ketika etika masyarakat ditetapkan menjadi undang−undang dan kemudian ditimbang oleh standar etis masyarakat, semua tingkah laku ilegal akan dianggap sebagai tingkah laku yang tidak etis. Suatu organisasi dan manajernya harus mematuhi seluruh undang−undang di dalam masyarakat dan memperlakukan individu atau pemegang saham sesuai dengan undang−undang yang berlaku. Ini adalah tanggung jawab utama pimpinan teratas untuk menjamin bahwa manajer dan karyawan dibawahnya pada sebuah organisasi utama dapat mematuhi undang−undang, dan seorang manajer utama akan diserahi tanggung jawab atas kondisi tertentu terhadap bawahan mereka. Tetapi tidak semua organisasi bertindak berdasarkan hukum (undang−undang) yang berlaku.
2. Etika Kelompok atau Profesional
Etika profesional adalah aturan moral dan nilai yang digunakan sekelompok orang untuk mengontrol cara mereka bertanggungjawab atau menggunakan pendapatan. Contohnya, etika ilmu pengobatan mengontrol cara dokter dan suster untuk lebih bertanggung jawab dan menolong pasiennya. Dokter diharapkan tidak melakukan prosedur yang tidak semestinya, bertindak yang terbaik, dan tidak bertindak sesuai dengan kemauannya, melainkan sesuai dengan keinginan pasien. Ilmu ilmiah dan peneliti tehnik diharapkan bertindak secara etis dalam mempersiapkan dan mempresentasikan hasilnya untuk meyakinkan kebenaran dari kesimpulan mereka.
3. Etika Individu
Etika individu adalah standar moral dan pribadi yang digunakan oleh individu untuk mengatur interaksi mereka dengan orang lain. Orang−orang boleh atau tidak boleh bertindak sesuatu dan membuat keputusan tertentu berdasarkan etika tersebut. Banyak tindakan yang orang sebut tidak etis bisa saja etis bagi orang lain. Jika tindakan tersebut legal, seseorang akan setuju atau tidak setuju terhadap kepercayaan etis mereka, atau mungkin mereka akan membuat orang lain percaya dengan berusaha membuat etika mereka percaya terhadap hukum. Jika etika pribadi bermasalah dengan hukum, seseorang bisa saja disangsi. Banyak etika pribadi mengikuti etika masyarakat dan mempunyai hukum mereka sendiri. Etika pribadi juga merupakan latar belakang seseorang dan bisa berasal dari keluarga, teman, keanggotaan di gereja, atau institusi sosial yang lain. Etika pribadi mempengaruhi bagaimana seseorang bertingkah laku dalam suatu organisasi.
Mengapa Tindakan tidak Etis bisa terjadi? Walaupun ada alasan yang baik bagi individu dan seseorang untuk bertindak secara etis, ada juga alasan mengapa tindakan tidak etis itu terjadi.
1. Etika Pribadi
Dalam teori, orang belajar prinsip etis dan kode moral yang mereka lalui sebagai individu dalam suatu masyarakat. Etika diperoleh dari beberapa sumber seperti keluarga dan teman, gereja, pendidikan, latihan bekerja, dan dari organisasi yang lain. Dari itu semua, orang belajar untuk membedakan mana yang benar dan yang salah di suatu masyarakat atau kelompok sosial yang lain. Tetapi anggap saja anda adalah seorang anak laki−laki atau perempuan dari preman/gangster, atau keluarga yang kaya raya, dan latar belakang/pendidikan anda sangat berpengaruh. Anda mungkin percaya bahwa adalah sangat etis jika melakukan sesuatu dan menampilkan suatu tindakan, termasuk membunuh, jika hal itu menguntungkan keluarga anda. Itu semua adalah etika anda. Itu semua bukanlah etika masyarakat luas dan tidak ada sangsinya, tapi dengan cara yang mirip, seorang manajer dalam suatu organisasi mungkin mempercayai setiap tindakan akan mempengaruhi atau melindungi organisasi tersebut yang lebih penting daripada kerugian yang dilakukan organisasi kepada yang lain.
2. Keuntungan Pribadi
Kita pasti pernah menghadapi isu etis ketika kita lebih memberatkan pada keuntungan pribadi kita yang daripada memikirkan akibat dari tindakan kita pada orang lain. Anggaplah anda tahu bahwa anda akan mendapatkan promosi dari vice president di perusahaan tempat anda bekerja, jika anda bisa menghasilkan kontrak sebesar 100 juta dolar, tetapi anda tahu kalau untuk mendapatkan kontrak itu anda harus mengemis pada pemberi kontrak dengan 1 juta dolar. Apa yang akan anda lakukan? Di pihak lain, karir dan masa depan anda sudah di depan mata dengan berlaku seperti itu, dan kerugian apa yang akan terjadi? Mengemis itu umum terjadi, dan jika anda tidak membayar jutaan dolar itu maka anda akan yakin kalau orang lain yang akan membayarnya. Jadi, tindakan apakah yang akan anda lakukan? Penelitian menyarankan orang untuk menjadi sadar bahwa mereka yang memiliki terbaik dalam bidang karir dan keuangan adalah seseorang yang suka bertindak tidak etis.
3. Tekanan dari luar
Dengan cara apa sebuah tindakan etis dapat diperhatikan sehingga paling tidak anggota suatu organisasi bisa melawan godaan untuk bertindak tidak etis, yang menyebabkan keuntungan pribadi atau organisasi atas pengeluaran keuntungan masyarakat? Pada akhirnya, sebuah organisasi disebut etis jika orang−orang yang ada didalamnya juga etis. Bagaimana bisa seseorang menghakimi apakah mereka dapat membuat keputusan yang etis dan bertindak dengan etis juga? Mereka bisa menggunakan aturan−aturan yang telah dibahas sebelumnya mengenai kemauan seseorang untuk memiliki tindakan dan keputusan yang dibagikan kepada orang lain juga.
Dalam pertimbangan pribadi, suatu organisasi memberanikan seseorang untuk bertindak secara etis dengan berdiam di suatu tempat untuk memacu tindakan etis dan menghalang−halangi untuk menghukum mereka yang bertindak tidak etis. Karena komisi dan manajer utama memiliki tanggung jawab yang terakhir untuk menempatkan diri dalam politik, mereka menetapkan budaya etis dalam suatu organisasi.
Ada banyak cara yang bisa mereka pakai untuk mempengaruhi etika organisasi. Penyebabnya antara lain sebagai berikut:
1. Merencanakan Sebuah Sistem Kendali and Susunan yang Etis
Etika berpengaruh terhadap pilihan suatu susunan dan budaya yang menyusun sumber dan memotivasi karyawan. Manajer juga dapat merencanakan susunan organisasi yang bisa mengurangi pemacu orang untuk bertindak tidak etis. Formasi hubungan pemegang kendali dan aturan−aturan yang menaikkan tindakan etis dan hukuman pada tindakan tidak etis.
2. Menciptakan Budaya yang Etis
Nilai, aturan dan norma yang membatasi posisi etis suatu organisasi adalah merupakan bagian dari budaya. Tingkah laku seorang manajer utama berpengaruh besar pada budaya organisasi. Budaya etis sering timbul jika manejer utamanya etis, dan ketidaketisan budaya dapat menjadi etis jika tim manajemennya diubah. Perubahan ini terjadi pada General Dynamics dan firma lain yang bertahan dimana korupsi adalah suatu hal yang biasa dan penghamburan uang dan menipu pemerintah sudah menjadi hal yang populer. Tetapi baik susunan ataupun budaya tidak bisa membuat etika suatu organisasi jika manajer utamanya tidak etis. Formasi etis menduduki komitmen budaya yang diinginkan pada seluruh tingkatan organisasi, dari yang terendah.
3. Mendukung Keuntungan yang diperoleh Para Pemegang Saham
Para pemegang saham adalah pemilik suatu organisasi. Melalui komisi direktur, mereka memiliki kuasa untuk memberhentikan dan memecat kepemimpinan teratas sekalipun dan oleh karena itu teori ini dapat mendisiplinkan manajer yang melakukan tindakan yang tidak etis. Para pemegang saham menginginkan keuntungan yang tinggi, tetapi apakah mereka ingin memperolehnya dengan cara yang tidak etis? Pada umumnya, jawabannya adalah tidak, karena tindakan tidak etis itu akan membuat investasi suatu perusahaan beresiko lebih. Jika suatu organisasi kehilangan reputasinya, penilaiannya pun akan lebih rendah daripada nilai yang ditawarkan oleh firma lain yang bertindak etis.
Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai manajer atas dan etika organisasi. Semoga bermanfaat bagi anda dalam pengetahuan dan wawasan. Terima kasih juga saya ucapkan atas kunjungannya di blog ini.
Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai manajer atas dan etika organisasi. Semoga bermanfaat bagi anda dalam pengetahuan dan wawasan. Terima kasih juga saya ucapkan atas kunjungannya di blog ini.
Thanks before. I like your blog.
ReplyDeleteI like too.
ReplyDelete