Monday, 6 April 2015

CARA UJI ASUMSI KLASIK VARIABEL

Apa itu variabel penelitian? Pertanyaan ini sering kita dengan apalagi membahas masalah statistik. Variabel penelitian merupakan suatu atribut atau sifat nilai dari orang atau kegiatan yang mempunyai varian tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012). Menurut Sekaran dan Bougie (2009), variabel adalah apa pun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Variabel di dalam penelitian merupakan suatu atribut dari sekelompok obyek yang diteliti dan mempunyai variasi antara satu dan lainnya dalam kelompok tersebut.
Dalam sebuah penelitian pada umumnya terdapat dua variabel yang digunakan. Variabel-variabel yang digunakan adalah variabel dependen dan variabel independen. Variabel independen (Independent Variable) yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat atau dependen. Variabel dependen (Dependent Variable) disebut juga variabel terikat atau variabel kriteria. Variabel ini merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Variabel terikat dipengaruhi oleh variabel bebas, melalui analisis terhadap variabel terikat, sangat memungkinkan untuk menemukan jawaban atau solusi dari masalah yang ada.




Uji Heteroskedastisitas, Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengam, atau yang lain. Bila signifikansi hasil korelasi lebih kecil dari 0.05 (5%), maka persamaan regresi tersebut terjadi Heteroskedastisitas, dan begitu pula sebaliknya bila hasil korelasi lebih besar dari 0,05 (5%) berarti terjadi non heteroskedastisitas. Uji Multikolineritas, Pengujian Multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen.

Uji Autokorelasi, Bentuk pengujian Autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesal;ahan pada periode t-1. Langkahlangkah yang dapat dilakukan dalam pengujuan Autokorelasi adalah dengan membandingkan DW (Durbin-Watson) dengan Tabel DW1,65 < DW Diambil kesimpulan.
Uji Normalitas, Uji Normalitas dipergunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel sisaan atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian ini diperlukan untuk melakukan uji t dan uji F. Salah satu cara untuk menguji kenormalan adalah uji Chi Square, untuk menentukan apakah sebaran data normal atau tidak. Untuk melakukan pengujian regresi linier berganda yang memiliki pengaruh langsung, maka digunakan Uji F dan Uji t (individual test). Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Apabila F hitung > F tabel berarti H0 di tolak dan Ha di terima. Artinya bahwa semua Variabel bebas yang di teliti secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian.
Uji t ( Uji Parsial ) dilakukan untuk menguji signifikansi pengaruh statistik masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika t tingkat signifikansi 5%, maka variabel bebas tersebut, secara parsial mempunyai pengaruh nyata (signifikan) terhadap variabel terikat (Benggawan, 2004).

No comments:

Post a Comment