Apa itu variabel penelitian? Pertanyaan ini sering kita dengan apalagi membahas masalah statistik. Variabel penelitian merupakan suatu
atribut atau sifat nilai dari orang atau kegiatan yang mempunyai varian
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, 2012). Menurut
Sekaran dan Bougie (2009), variabel adalah apa pun yang dapat membedakan atau
membawa variasi pada nilai. Variabel di dalam penelitian merupakan suatu
atribut dari sekelompok obyek yang diteliti dan mempunyai variasi antara satu
dan lainnya dalam kelompok tersebut.
Dalam sebuah penelitian pada umumnya terdapat dua
variabel yang digunakan. Variabel-variabel yang digunakan adalah variabel
dependen dan variabel independen. Variabel independen (Independent Variable)
yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat atau dependen. Variabel
dependen (Dependent Variable) disebut juga variabel terikat atau
variabel kriteria. Variabel ini merupakan variabel yang menjadi perhatian utama
peneliti. Variabel terikat dipengaruhi oleh variabel bebas, melalui analisis
terhadap variabel terikat, sangat memungkinkan untuk menemukan jawaban atau
solusi dari masalah yang ada.
Uji
Heteroskedastisitas, Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah
dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan
ke pengam, atau yang lain. Bila signifikansi hasil korelasi lebih kecil dari
0.05 (5%), maka persamaan regresi tersebut terjadi Heteroskedastisitas, dan
begitu pula sebaliknya bila hasil korelasi lebih besar dari 0,05 (5%) berarti terjadi
non heteroskedastisitas. Uji Multikolineritas, Pengujian Multikolineritas
bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi
antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
korelasi antar variabel independen.
Uji
Autokorelasi, Bentuk pengujian Autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah
suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada
periode t dengan kesal;ahan pada periode t-1. Langkahlangkah yang dapat
dilakukan dalam pengujuan Autokorelasi adalah dengan membandingkan DW
(Durbin-Watson) dengan Tabel DW1,65 < DW Diambil kesimpulan.
Uji
Normalitas, Uji Normalitas dipergunakan untuk mengetahui apakah dalam model
regresi variabel sisaan atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian ini
diperlukan untuk melakukan uji t dan uji F. Salah satu cara untuk menguji
kenormalan adalah uji Chi Square, untuk menentukan apakah sebaran data normal
atau tidak. Untuk melakukan pengujian regresi linier berganda yang memiliki pengaruh
langsung, maka digunakan Uji F dan Uji t (individual test). Uji F dilakukan
untuk melihat pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat.
Apabila F hitung > F tabel berarti H0 di tolak dan Ha di terima. Artinya
bahwa semua Variabel bebas yang di teliti secara bersama-sama mempunyai
pengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian.
Uji
t ( Uji Parsial ) dilakukan untuk menguji signifikansi pengaruh statistik
masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika t tingkat
signifikansi 5%, maka variabel bebas tersebut, secara parsial mempunyai
pengaruh nyata (signifikan) terhadap variabel terikat (Benggawan, 2004).

No comments:
Post a Comment