Wednesday, 8 April 2015

CARA MEMBUAT TESIS

Saya akan mencoba membagi pengalaman saya dalam penyusunan tesis. Dulu, pada zaman saya kuliah pasca sarjana, saya merasakan kebingungan mencari topik tesis saya. Kebetulan saya mengambil jurusan keuangan. Saya mencari topik tesis dari artikel-artikel yang ada di majalah-majalah nasional maupun internasional. Topik yang disajikan dalam artikel-artikel tersebut menarik bagi saya semuanya. Inilah yang membuat saya menjadi bingung pertama kali. Oleh karena itu, saya mencoba berdiskusi pada dosen pembimbing saya artikel mana yang cocok sesuai dengan jurusan dan kemampuan saya. Ini dia yang perlu digarisbawahi artikel mana yang cocok untuk jurusan saya dan sesuai dengan kemampuan saya.

Mengapa saya harus menggarisbawahi kedua hal tersebut? Karena saya sungguh menyadari kekuatan dan kelemahan saya sendiri. Di mana kekuatan saya, di situlah saya mencoba untuk berkembang. Pada akhirnya, dosen pembimbing menunjuk satu artikel yang harus saya garap. Ternyata artikel yang ditunjuk lumayan berat juga. Karena mau tidak mau data yang harus saya siapkan itu banyak. Akhirnya, saya datang ke Bank Indonesia untuk minta data dan bimbingan. Wah, ternyata saya mendapat banyak pengalaman di sana.




Ketika artikel sudah dapat, bimbingan sudah diperoleh, saya masih tetap bingung harus menulis mulai dari mana. Memang, saya sekarang sadar bagaimana kondisi emosional mahasiswa yang sedang menyusun tesis. Saya mulai dari kalimat-kalimat pendek dan akhirnya saya dapat menyelesaikan satu halaman. Itu sudah luar biasa menurut saya. Untunglah saya mempunyai hobby menulis sedikit. Ini cukup membantu saya untuk membuat tulisan yang runtut atau bersambung. 

Saya yakin rekan-rekan mahasiswa juga pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Untuk itulah saya mau membagi pengalaman saya mengenai penulisan tesis. Dan sengaja, blog ini bertujuan untuk membantu anda sekalian yang butuh wawasan mengenai topik-topik tertentu dalam tesis anda. Oleh karena itu, saran saya adalah jangan takut untuk berdiskusi dengan dosen pembimbing karena mereka punya pengalaman yang sama dan punya pengetahuan yang lebih dari anda sekalian. Dosen pembimbing juga ingin tahu seberapa besar usaha anda untuk menyelesaikan topik skripsi anda sendiri.

Dosen pembimbing sangat mengenal kemampuan saudara dari pengalaman dia mengajar di ruangan kuliah. Makanya, kadang-kadang dia meminta anda untuk memberikan nilai yang lebih pada skripsi anda. Apabila anda tidak memberikan nilai lebih, dosen pembimbing anda akan meminta untuk merevisi dan menambah poin-poin penting yang belum ada dalam skripsi anda.

Bagaimana menurut Anda pengalaman saya ini? Menarik bukan? Justru itulah saya mau berbagi pengalaman bagi anda sekalian. Kalau mau berbagi pengalaman dengan saya, silahkan. Saya siap membantu Anda. Semoga apa yang saya bagikan pada anda dalam blog ini dapat membantu Anda untuk segera menyelesaikan tesis anda yang saat ini sedang digarap. Sukses buat Anda sekalian.

No comments:

Post a Comment