Saya akan mencoba untuk membagi informasi mengenai keefektifan organisasi. Keefektifan Organisasi adalah salah satu topik yang krusial dalam pengelolaan organisasi. Apabila salah dalam penyusunan struktur organisasi, persoalan yang terjadi adalah organisasi yang tidak efektif akan terjadi.
1. Persaingan Tujuan
Keberadaan organisasi untuk memuaskan tujuan stakeholder, tetapi siapa yang memutuskan tujuan mana yang diusahakan dan tujuan mana yang paling penting? Pilihan organisasi dari tujuan memiliki implikasi politik dan sosial. Di negara kapitalis seperti di Amerika, ada jaminan bahwa pemegang saham sebagai pemilik sebuah organisasi baik itu akumulasi kesejahteraan dan modal maupun mesin, bangunan, tanah dan misinya memiliki tuntutan pertama pada nilai yang diciptakan.
Apakah memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham adalah selalu tujuan utama manajemen? Menurut sebuah pendapat, adalah tidak. Ketika pemegang saham mendelegasikan kepada manajer hak untuk berkoordinasi dan menggunakan keterampilan organisasi dan sumber penghasilan, perpecahan dalam kepemilikan dan kontrol terjadi. Walaupun manajer memiliki kontrol atas sumber dana organisasi – hal ini memberikan kepada mereka control yang nyata atas perusahaan meskipun pemegang saham memilikinya. Hasilnya adalah bahwa manajer dapat mengikuti tujuan yang mempromosikan keuntungannya dan bukan keuntungan pemegang saham.
2. Pengalokasian Reward
Masalah utama lain yang harus dihadapi organisasi adalah bagaimana cara untuk mengalokasikan keuntungan sebagai hasil yang efektif di antara berbagai macam kelompok stakeholder. Yang mana, manajer harus memutuskan ‘hadiah’ atau reward apa yang harus diterima setiap grup. Sebuah organisasi membutuhkan pemuasan secara minimal sebagai ekspetasi tiap grup.
Pengalokasian reward, adalah komponen penting dari keefektifan organisasi karena reward mempersembahkan kepada stakeholder menentukan motivasi mereka – yang mana, bentuk dan tingkatan kontribusi – di masa depan. Keputusan investasi masa depan stakeholder bergantung pada pengembalian yang diharapkan dari investasi mereka, apakah pengembalian berbentuk keuntungan saham, pilihan saham, bonus atau upah. Dalam konteks ini peranan dari manajer tertinggi dan dewan direksi menjadi penting, karena mereka adalah stakeholder yang memiliki wewenang untuk menentukan tingkatan reward tiap kelompok – termasuk mereka – yang akan menerima reward paling mewah. Sebagai karyawan dan pemegang saham Enron, yang hampir kehilangan semua nilai pensiun dan saham yang diketahui, direksi dan manajer atas sering tidak menampilkan peran mereka dengan baik.
Manajer Tertinggi dan Otoritas Organisasi
Dikarenakan pengelola tertinggi adalah kelompok pemegang saham yang memiliki tanggung jawab paling besar untuk mengatur cita-cita dan tujuan perusahaan, dan untuk pengalokasian sumber-sumber dana organisasi untuk mencapai tujuan ini. Hal ini berguna untuk mengambil pandangan yang lebih dekat pada manajer tertinggi ini.
Otoritas adalah kewenangan untuk menangani orang-orang yang bertanggung jawab pada tindakan mereka dan mempengaruhi secara langsung apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya. Kelompok stakeholder dengan otoritas utama pada penggunaan sumber-sumber penghasilan badan hukum adalah pemegang saham. Secara legal, mereka memiliki perusahaan dan mengontrol melalui wakilnya, yakni dewan direksi. Melalui dewan direksi, pemegang saham mendelegasikan kepada manajer otoritas yang sah dan tanggung jawab untuk menggunakan sumber dana organisasi untuk menciptakan nilai dan mencapai sasaran.
CEO
CEO adalah orang yang bertanggung jawab atas strategi pengaturan organisasi dan kebijaksaan. Meskipun CEO membuat laporan untuk atasan, tapi kenyataannya CEO adalah orang yang paling berkuasa dalam sebuah perusahaan karena CEO yang mengontrol semua alokasi penghasilan. Direktur mempunyai wewenang kepada CEO untuk mengatur strategi organisasi dan menggunakan penghasilan untuk menghasilkan nilai. Sering kali orang yang sama, yaitu CEO dan kepala perusahaan, orang yang menjabat kedua jabatan ini memegang kekuasaan, secara langsung berhubungan untuk mengatur perusahaan.
Bagaimana cara CEO mempengaruhi menjalankan organisasi? CEO dapat mempengaruhi keefektifan organisasi dan membuat 5 prinsip pembuatan keputusan:
a. CEO bertanggung jawab untuk mengatur sasaran organisasi dan merancang susunannya.
CEO memberikan wewenang dan tanggung jawab, jadi pegawai akan terkoordinasi dan termotivasi untuk mencapai sasaran organisasi. Sususan organisasi yang berbeda akan mengembangkan cara koordinasi dan pemotivasian pegawai yang berbeda.
b. CEO memilih eksekutif penting untuk menempati jabatan yang paling tinggi dalam hirarki pengelolaan.
Pemilihan staff adalah bagian yang rawan untuk pekerjaan seorang CEO, Karena kualitas dari pembuatan keputusan secara langsung dipengaruhi oleh manajer tertinggi dalam organisasi. CEO dari General Electric (GE), sebagi contohnya, secara personal memilih dan menaikkan 100 manajer hebat dan menyetujui promosi untuk 600 eksekutif yag lain. Dengan pemilihan personel penting, CEO menentukan nilai, norma, dan budaya yang muncul dalam organisasi tersebut. Kebudayaan tersebut menentukan cara anggota organisasi menghadapi masalah dan membuat keputusan: Apakah mereka golongan pengusaha atau golongan konservatif.
c. CEO menentukan penghargaan untuk pengelolaan utama dan dorongan.
CEO mempengaruhi motivasi manajer tertinggi untuk mengejar sasaran dalam organisasi secara efektif. Meskipun mereka tahu Enron sedang gagal satu hari sebelumnya, manajer tertinggi (top manajer) memutuskan untuk memberikan penghargaan kepadanya, kurang lebih $ 80 juta untuk kompensasi pekerjaannya. Tahun 2002, seorang jaksa dari Houston membuka cara untuk wakil pemegang saham untuk mencari uang dan uang yang berasal dari hasil pemerasan perusahaan oleh eksekutif. Hal yang sama juga terjadi di Tyco, tiga eksekutif top dituduh merampas beberapa ratus juta dollar dari perusahaan.
d. CEO mengontrol alokasi sumber penghasilan yang hampir tidak ada seperti uang dan kekuasaan untuk membuat keputusan di antara area fungsional organisasi atau divisi bisnis.
Pengontrolan ini memberikan wewenang penuh kepada CEO untuk mempengaruhi nilai masa depan terhadap pimpinan organisasi- aktivitas yang dibuat- jenis produk yang akan dibuat oleh perusahaan, pasar yang dapat bersaing, dll. Henry Ford III kembali menjadi CEO setelah CEO, Jacques Nasser, berada dibawah kecaman karena menggunakan uang sebasar 10 triliun dalam proyek global yang hanya menghasilkan sedikit keuntungan perusahaan. Filosofi Ford adalah manajer harus membuktikan proyeknya akan menghasilkan uang sebelum dia mengeluarkan uang untuk proyek tersebut. CEO Ford tidak terlalu terkenal seperti CEO yang lain, tetapi bagaimana pun juga penjualan perusahaan mobil internasional turun 15% tahun 2005.
e. Tindakan dan reputasi CEO mempunyai pengaruh yang kuat di dalam dan di luar pendapat pemegang saham dalam organisasi dan juga mempengaruhi kemampuan organisasi untuk menarik sumber penghasilan dari lingkungan tersebut.
Kepribadian dan karisma CEO dapat mempengaruhi kemampuan organisasi untuk memperoleh uang dari bank dan pemegang saham dan mempengaruhi keinginan konsumen untuk membeli produk dari perusahaan. Jadi reputasi dapat untuk kejujuran dan integritas dan pengalaman kerja dari pembuatan etika bisnis.
Tim Manajer Tertinggi
Tim Manajer Tertinggi adalah sebuah kelompok manajer yang melapor kepada CEO dan COO dan menolong CEO menyusun strategi perusahaan dan tujuan serta target jangka panjang perusahaan.
IV.3. Manajer- Manajer yang lain
Level manajer yang selanjutnya adalah senior vice president perusahaan dan vice president, senior manajer dan staff. Perusahaan besar seperti AOL- Time Warner atau GM mempunyai ratusan atau ribuan manajer perusahaan. Juga, di level ini, para manajer yang mengepalai satu perusahaan dengan banyak divisi dan mereka disebut general manager. Dalam prakteknya, GM (general manager) di divisi biasanya bergelar CEO karena di divisinya, mereka secara langsung mempunyai tanggung jawab terhadap pelaksanaan divisinya dan biasanya melapor kepada CEO atau COO perusahaan. Bagaimana pun juga, mereka mengatur kebijaksanaan hanya untuk perusahaan yang mereka kepalai, bukan untuk seluruh perusahaan, dan mereka manajer divisi bukan manajer perusahaan. Contohnya Ford, Ford adalah manajer divisi yang bertanggung jawab terhadap jalannya setiap divisi.
Teori Perspectif Agensi
Teori agensi menawarkan cara yang berguna untuk menjelaskan hubungan kekuasaan yang kompleks antara top management dan direktur. Hubungan agensi muncul kapan pun bila satu orang penting mengutus pembuat keputusan atau mengontrol satu dengan yang lainnya. Dimulai dari pemimpin perusahaan yang hirarki, pemegang saham adalah orang penting (principal); top management adalah agennya, ditunjuk oleh pemegang saham untuk mengolah penghasilan secara efektif. Bagaimana pun juga, dalam pengutusan muncul masalah agensi.
1. Masalah Resiko Moral (Moral Hazard)
Jika kedua masalah ini timbul jadi (1) sulit untuk mengevalusi bagaimana kinerja agen karena agen mempunyai informasi yang menguntungkan, dan (2) agen mempunyai perbedaan dalam sasaran dan tujuan, maka resiko moral akan muncul. Di sini, agen mendapat kesempatan untuk memilih keinginan mereka sendiri. Contohnya, tahun 2005, Time Warner, perusahaan entertainment raksasa, berada dibawah serangan karena top manajer membuat banyak penghasilan (seperti AOL) tetapi tidak mempunyai peranan penting dalam pningkatan motivasi dan peningkatan profit. Pemegang saham merasa tim top manajer Time Warner melaksanakan strategi yang salah untuk meningkatkan profit. Pemegang saham merasa top manajer menghindari masalah, mereka mulai menyerah (1) mengganti prosedur dan sasaran dari perusahaan dan (2) informasi keuangan yang lebih untuk menurunkan informasi yang tidak menguntungkan.
2. Mengatasi Masalah Agen
Isu utama teori agen adalah mengatasi masalah agen dengan menggunakan mekanisme pemerintah, atau bentuk dari pengontrolan yang meluruskan keinginan pemilik atau agen yang akhirnya kedua belah pihak akan bekerjasama untuk memaksimalkan keefektifan organisasi.
Ada banyak macam mekanisme pemerintah.
Pertama, kepala direktur bertugas mengawasi aktivitas top manajer, menanyakan pembuatan keputusan dan strategi, dan ikut campur tangan bila diperlukan. Beberapa pendapat untuk menjelaskan pemisahan antara tugas CEO dan wewenang CEO, berpendapat bahwa kenaikan yang besar dalam pembayaran CEO adalah fakta yang dibutuhkan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Kedua, menemukan susunan yang tepat dari insentif untuk meluruskan keterlibatan manajer dan para pemegang saham.
a. Skema Kompensasi Berbasiskan Saham
b. Persaingan Promosi dan Karir yang Sempit
Salah satu cara dari hubungan untuk pelaksanaan selama jangka waktu yang panjang dengan karir yang sempit yang mengijinkan manajer untuk mencapai orang teratas dalam organisasi. Kekuasaan CEO adalah sesuatu yang membuat banyak top manajer bercita- cita untuk mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Semua organisasi mempunyai persaingan promosi, dimana eksekutif berkompetisi untuk menunjukan kemampuan dan juga kompetensinya.
Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai keefektifan organisasi. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang menyusun skripsi atau tesis tentang topik tersebut. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kunjungannya.
Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai keefektifan organisasi. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang menyusun skripsi atau tesis tentang topik tersebut. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kunjungannya.
Sehebat apapun teori organisasi tapi kalaj tidak mengena kepada visi dan misi perusahaan, pasti gagal.
ReplyDeleteOrganisasi yang hebat adalah organisasi yang mendahulukan seluruh karyawannya.
ReplyDeleteBetul sekali Mas Kode. Karyawan adalah aset organisasi perusahaan yang utama.
ReplyDelete