Saturday, 28 March 2015

KEUNGGULAN VARIABLE COSTING

Ada beberapa keunggulan metode variable costing sebagaimana dipaparkan berikut ini:
a. Persediaan ( Cost )
IAI ( 1984 : 24 ) menyebutkan “ … harga pokok barang yang diproduksi meliputi semua biaya bahan langsung yang dipakai, upah langsung, serta biaya produksi tidak langsung, dengan memperhitungkan saldo awal dan saldo akhir barang dalam pengolahan “. selanjutnya IAI (1984: 13)
juga menyebutkan pengakuan yang sedikit fleksibel hanya terdapat pada industri ekstraktif bahwa, “ laporan keuangan harus dinyatakan kembali secara retroaktif ( berlaku surut ) untuk perubahan berikut ini …, perubahan ke atau dari metode biaya penuh (full cost) dalam industri ekstraktif. “ Jadi pengakuan adanya laporan keuangan dalam bentuk selain full cost hanya ungkapan tersirat (implisit), dan itupun hanya kekecualian ( pada perusahaan ekstraktif ). Alasan lain adanya fleksibelitas karena industri ekstraktif dalam kegiatannya cenderung menggunakan biaya merginal (variable).

b. Kapasitas Menganggur ( Idle Capacity )
Dalam majalah akuntansi ( 1989 : 5 ) edisi bulan September disebutkan bahwa “ kelemahan konsepsual lainnya dari metode full costing ini adalah masalah prosedur alokasi BOPT dan jika terjadi biaya yang keluar karena tidak efesien atau adanya kapasitas yang menganggur ( idle capacity ) “. Selanjutnya Hongren ( 1988 : 79 ) menyebutkan bahwa : … varian tidak dapat dimasukkan ke dalam persediaan (uninventoriable) dan harus dianggap sebagai penyesuaian laba periode bersangkutan, bukan diproratakan pada persediaan dan HPP. Dengan cara ini pernilaian persediaan akan lebih representatif terhadap biaya yang diinginkan dan yang dapat dicapai. Tetapi jika terjadi varians yang cukup material maka harus dialokasikan secara proporsional ke finished good, WIP, dan harga pokok. Memasukkannya ke dalam WIP dan ke finished good mau tidak mau akan menaikkan nilai persediaan, karena tidak efisien. Lain halnya kalau tidak material, akan dikeluarkan seluruhnya menjadi beban tahun berjalan. Lebih jelas, menahan kapasitas menganggur (ketidak – efisienan ) tidak mempunyai manfaat ekonomis dan jasa potensial di masa yang akan datang.



c . Pelaporan Laba
Laba yang telah diperoleh dalam tahun ke-2 dan ke-3, sejalan dengan meningkatnya tingkat penjualan. Sementara itu tingkat produksi dalam tahun ke- 2 juga naik, akan tetapi periode tahun ke- 3 justru turun (manajer mengatur tingkat produksi ). Lalu hasil kerja manajer (metode full costing) dibandingkan dengan laporan rugi-laba dengan metode variabel costing. laba baru dapat dicapai hanya dalam periode tahun ke-3 saja, dan seharusnya manajer baru dapat menikmati bonusnya dalam periode akhir tahun ke- 3. Mengapa laba per tahun yang dilaporkan menurut metode full costing berbeda dengan hasil metode variable costing ? Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan
perlakuan BOP Tetap.

Yang perlu digaris bawahi tentang kedua metode ini dikaitkan dengan pelaporan laba ialah bahwa laba yang dilaporakan berdasarkan metode full costing sangat dipengaruhi oleh perubahan tingkat produksi. Berbeda dengan metode variable costing, laba yang dihitung sangat dipengaruhi oleh tingkat penjualan. Besarnya tingkat penjualan adalah indikator yang baik, untuk menilai kinerja manajer perusahaan, karena dunia bisnis sekarang sudah benar- benar kompetitif. Dengan demikian wajarlah apabila para pemegang saham dan kreditur menerima laporan laba yang didasarkan atas kemampuan manajer menjual produk, bukannya didasarkan atas kemampuan manajer “ mempermainkan “ tingkat produksi.

Terlepas dari kenyataan sekarang metode variable costing untuk tujuan pelaporan ekstern belum diterima umum, sangatlah bijaksana apabila para pemegang saham, kreditur juga meminta manajemen-manajemen untuk membuat laporan rugi laga yang disusun dengan metode variable costing. Apakah laporan rugi laba yang baru itu sebagai pengganti atau pelengkap laporan convensional, diserahkan kepada para pemakai laporan keuangan itu. Yang jelas para pemegang saham, kreditur jangan sampai keliru dalam pengambilan keputusan, hanya karena membaca laporan rugi laba yang menyesatkan.

1 comment: